Senin, April 06, 2009

Lukisan Van Gogh : "Starry Night"






Istimewa
Lukisan van Gogh berjudul The Starry Night yang disimpan di Museum of Modern Art, New York saat ini mengandung gambar pusaran angin yang secara matematis sesuai dengan skala Kolmogrov.



Pusaran Angin Sempurna dalam Lukisan van Gogh


Beberapa lukisan Vincent van Gogh berisi gambar-gambar misterius yang mungkin menggambarkan kerumitan otaknya. Lukisan-lukisan tersebut menggambarkan pusaran angin yang secara matematis sangat mirip dengan pola pusaran air sebenarnya atau turbulensi udara yang terbentuk di belakang mesin pesawat yang membelah udara.

Jose Luis Aragon, seorang ahli fisika dari National Autonomous University of Mexico dan koleganya menemukan bahwa goresan pelukis Belanda itu sangat sesuai dengan formula matematika turbulensi. Bentuk-bentuk seperti itu terlihat pada lukisan The Starry Night yang dilukis tahun 1889 dan Road with Cypress and Star pada 1890.

Salah satu lukisan terakhirnya yang diberi judul Wheat Field with Crows pada 1890, sebelum ia bunuh diri pada usia 37 tahun dengan menembakkan pistol ke kepalanya, juga terdapat gambar pusaran angin. Lukisan-lukisan ini dibuat ketika van Gogh mengalami goncangan mental. Pelukis tersebut merasakan halusinasi, penurunan kesehatan, dan tidak sadar, bahkan mungkin terkena epilepsi.

"Kami yakin van Gogh memiliki kemampuan unik untuk menggambarkan turbulensi pada saat menderita goncangan jiwa berkepanjangan," kata Aragon.

Sebaliknya, lukisan berjudul Self-portrait with Pipe and Bandage Ear pada 1888 tidak menggambarkan pusaran angin satupun. Lukisan ini digambarkan van Gogh sebagai ’puncak kenikmatan’ dan banyak yang mengasosiasiakannya dengan obat-obatan aditif potassium bromida yang akhirnya merusak hidupnya.

Para ilmuwan telah berjuang selama berabad-abad untuk menggambarkan aliran turbulensi. Bahkan beberapa ahli menyatakan fenomenanya lebih rumit dari mekanika kuantum. teori modern untuk menjelaskan turbulensi baru dikemukakan pertama kali oleh ilmuwan Soviet Andrei Kolmogrov pada 1940-an.

Kolmogrov mengatakan terdapat hubungan matematika antara naik-turunnya kecepatan alirannya dan tingkat energi yang lepas karena gesekan. Persamaan yang dapat mengukur kemungkinan perbedaan kecepatan di dua titik aliran diformulasikan dalam skala Kolmogrov.

Persamaan inilah yang bandingkan Aragon dan koleganya dengan bentuk aliran angin di lukisan van Gogh. Mereka menggunakan citra digital lukisan-lukisan tersebut dan mengukur kemungkinan dua piksel di titik yang berbeda memiliki tingkat kecerahan yang sama.

"Mata kita jauh lebih sensitif dengan perubahan kecerahan daripada perubahan warna dan informasi terbesar di sebuah gambar ada pada kecerahannya," kata para peneliti.

Beberapa hasil lukisan van Gogh memperlihatkan skala Kolmogrov sesuai distribusi kecerahannya. Bentunya seperti terbentuk dari tiga buah pusaran dengan ukuran berbeda, dua yang berukuran besar dan pusaran kecil.

Menurut para peneliti, van Gogh adalah satu-satunya pelukis yang mampu mengarsir turbulensi dengan nilai matematika yang sangat tepat. Sejauh ini, beberapa bentuk pusaran yang dibuat pelukis lainnya tidak sesuai dengan formula skala Kolmogrov.

Lukisan The Scream yang dibuat Edvard Munch, misalnya, terdapat bentuk pusaran tapi tidak sesuai dengan pusaran yang diformulasikan Kolmogrov. Sedangkan, gaya berbeda yang dibuat Jackson Pollock sangat cocok dengan formula matematika bentuk fraktal.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

cie.. cie...

keyen... keyen...

besok ikutan buat lukisan yaa...

pake itungan anak teka aja yaa...

manshurzikri mengatakan...

injam gambarnya buat post di blog ane, ya, gan!
:)